Manufaktur punya kebutuhan operasional yang lebih kompleks dibanding distribusi/retail murni — bukan hanya melacak stok barang jadi, tapi juga bahan baku, proses produksi bertahap, dan kapasitas mesin/tenaga kerja. Artikel ini membahas bagaimana Odoo menjawab kebutuhan spesifik ini.
Apa itu BOM (Bill of Materials) di Odoo?
BOM adalah "resep" produksi — daftar komponen dan jumlahnya yang dibutuhkan untuk membuat satu unit produk jadi. Di Odoo, BOM bisa berjenjang (BOM di dalam BOM) untuk produk dengan sub-komponen, dan setiap BOM terhubung ke routing yang mendefinisikan urutan proses produksi di work center tertentu.
- BOM sederhana: daftar bahan baku langsung untuk satu produk.
- BOM berjenjang: produk jadi tersusun dari sub-assembly yang masing-masing punya BOM sendiri.
- BOM varian: satu BOM dasar dengan variasi (mis. warna, ukuran) tanpa perlu duplikasi BOM penuh.
Bagaimana MRP membantu perencanaan produksi
MRP (Material Requirements Planning) menghitung kebutuhan bahan baku berdasarkan permintaan produksi/penjualan, lalu membandingkannya dengan stok yang tersedia. Jika kurang, sistem dapat memicu purchase order otomatis.
- Perencanaan otomatis: berdasarkan forecast atau order konfirmasi, sistem menghitung kapan dan berapa banyak bahan baku perlu dipesan.
- Reordering rules: titik pemesanan ulang otomatis untuk bahan baku yang sering dipakai.
- Visibilitas kapasitas: melihat beban kerja di setiap work center untuk menghindari bottleneck produksi.
Fitur pendukung lain di Odoo Manufacturing
- Work order & routing: melacak proses produksi tahap demi tahap, siapa yang mengerjakan, dan berapa lama tiap tahap berlangsung.
- Quality control: titik pemeriksaan kualitas bisa disisipkan di tahap tertentu proses produksi, bukan hanya di akhir.
- Traceability (lot/serial number): melacak asal bahan baku dan tujuan produk jadi, penting untuk industri yang butuh audit trail (mis. makanan, farmasi, otomotif).
- Subcontracting: mengelola proses produksi yang sebagian dikerjakan pihak ketiga/vendor eksternal.
Kapan bisnis manufaktur cocok mengadopsi Odoo
- Proses produksi sudah melibatkan banyak komponen/bahan baku yang sulit dilacak manual lewat spreadsheet.
- Sering terjadi kekurangan bahan baku mendadak karena perencanaan pembelian tidak terhubung dengan data produksi aktual.
- Butuh traceability untuk kepatuhan industri (lot number, asal bahan baku, tujuan distribusi produk jadi).
- Produksi melibatkan beberapa tahap/work center yang sulit dipantau kemajuannya secara real-time.
Yang perlu ditanyakan ke partner untuk proyek manufaktur
- Pengalaman spesifik menangani implementasi Manufacturing module, bukan hanya Sales/Inventory standar.
- Pendekatan setup BOM berjenjang jika produk Anda punya sub-assembly.
- Bagaimana partner menangani migrasi data BOM dan stok bahan baku dari sistem lama (lihat panduan migrasi data ke Odoo).
- Apakah traceability/quality control termasuk dalam scope implementasi atau proyek tambahan.
Layanan Kaitech untuk implementasi manufaktur
Kaitech (PT Kai Teknologi Aplikatif), Odoo Silver Partner di Jakarta, menangani implementasi Manufacturing module sebagai bagian dari layanan Implementasi Odoo ERP, termasuk setup BOM, MRP, dan integrasi ke Inventory/Purchase. Detail paket ada di Pricing & Packages.