Audit ESG menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan strategi lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan perlu mengatasi masalah keberlanjutan serta menunjukkan praktik nyata melalui audit akurat yang telah memenuhi standar.
Telah menjadi komponen akuntabilitas perusahaan, audit Environmental, Social, Governance (ESG) atau Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola berperan penting dalam berjalannya suatu perusahaan. Melalui audit ini, kinerja perusahaan dapat dinilai serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
Pengertian Audit ESG
Audit ESG merupakan evaluasi kinerja di suatu lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan yang dilakukan secara menyeluruh. Dikutip dari situs sis.binus.ac.id, audit ini memeriksa seluruh kebijakan, praktik, hingga operasi perusahaan secara menyeluruh.
Hal ini dilakukan untuk menilai dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan, masyarakat, dan struktur tata kelola yang ada. Audit ini berfokus pada keberlanjutan dan menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa kebijakan, program, hingga pengelolaan sumber daya dilakukan secara efisien.
Selain itu, dengan berfokus terhadap ESG, maka perusahaan juga mendukung pembangunan berkelanjutan dan patuh terhadap standar sosial serta tata kelola yang baik. Terlebih kini semakin meningkatnya kesadaran global terhadap perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan tuntutan tata kelola yang lebih baik.
Komponen Audit ESG
Sesuai informasi dari situs sis.binus.ac.id, terdapat sejumlah hal yang menjadi komponen kritis dari audit di ESG. Adapun beberapa komponen tersebut antara lain adalah sebagai berikut.
1. Faktor Lingkungan
- Konsumsi sumber daya, seperti energi, air, dan lainnya.
- Pengelolaan limbah dan polusi.
- Mitigasi dan adaptasi dari terjadinya perubahan iklim.
- Konservasi keanekaragaman hayati.
2. Faktor Sosial
- Hak asasi manusia dalam praktik ketenagakerjaan.
- Keterlibatan masyarakat dan dampak terhadap sosial.
- Keberagaman, kesetaraan, dan inklusi.
3. Faktor Tata Kelola
- Manajemen risiko.
- Transparansi dalam perusahaan.
- Kegiatan anti korupsi.
Manfaat Audit ESG bagi Perusahaan
Mengingat pentingnya audit ESG dalam perusahaan, maka ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh oleh setiap perusahaan. Beberapa manfaatnya antara lain adalah sebagai berikut.
1. Manajemen Risiko yang Lebih Baik
Hadirnya audit mampu menjadi cara untuk mengidentifikasi potensi masalah, khususnya di bagian lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dengan identifikasi yang ada, maka dapat mencegah terjadinya kerusakan, bahkan terhindar dari kerugian finansial maupun hukum.
2. Menjaga Citra Perusahaan
Manfaat berikutnya dari adanya audit di ESG adalah menjadi cara untuk menjaga citra perusahaan. Melalui audit ini, dapat membantu identifikasi potensi masalah yang mungkin terjadi dan dapat mencegahnya untuk citra perusahaan yang terjaga.
Selain itu, perusahaan juga dapat membuktikan komitmen terhadap keberlanjutan yang disukai oleh konsumen dan masyarakat. Hal ini turut menjadi cara untuk menjaga citra perusahaan tetap baik.
3. Membangun Kepercayaan Investor dan Konsumen
Apabila perusahaan memiliki nilai audit di ESG yang bagus, maka dapat membangun kepercayaan investor beserta konsumen. Apalagi jika perusahaan mampu menunjukkan komitmen sesuai standar ESG dan menunjukkan transparansi performa.
4. Mematuhi Regulasi
Regulasi serta standar mengenai audit di ESG telah ditentukan dan diterapkan secara global. Hal ini mewajibkan perusahaan untuk membuat laporan audit yang sesuai dan mematuhi regulasi yang ada, agar dapat terhindar dari masalah hukum.
5. Memperkuat Kepedulian Lingkungan dan Sosial
Manfaat lainnya adalah memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan sosial. Sebagai audit yang berfokus pada lingkungan dan sosial, maka perusahaan akan berusaha untuk menjaga keberlangsungan lingkungan serta sosial.
Mengingat pentingnya audit ESG bagi perusahaan, maka penting bagi perusahaan untuk dapat memahami serta menyusun laporan audit dengan benar. Pemanfaatan teknologi dengan menggunakan software khusus ESG dapat membantu perusahaan untuk mengelola data yang diperlukan saat audit.