Pengertian SOP Restoran dan Komponen Utamanya yang Harus Diketahui Pengelola Restoran

January 15, 2026 by
Pengertian SOP Restoran dan Komponen Utamanya yang Harus Diketahui Pengelola Restoran
Ayub Widiarko


Menjalankan restoran serta menjaga standar mereknya tidak selalu mudah. Oleh karena itu, SOP restoran harus disediakan yang nantinya akan memastikan kepatuhan. SOP ini juga bisa membantu karyawan melakukan tugas masing-masing dengan konsisten. Menguasai SOP (standard operating procedure) untuk restoran juga bisa menjadi perbedaan yang nyata antara sekadar bertahan hidup  atau berkembang dengan pesat.


Pengertian SOP Restoran

SOP restoran merupakan pedoman, protokol, serta instruksi penting untuk melakukan tugas sehari-hari di restoran dan memastikan kelancaran operasional dalam bisnis restoran.

SOP ini merupakan pedoman tertulis yang dibuat dengan cermat. SOP juga akan mengarahkan para staf restoran dalam melaksanakan tugas sehari-harinya dengan efisien, aman, serta sesuai dengan standar restoran atau perusahaan.

SOP sendiri lebih dari sekadar cara menangani makanan. SOP untuk restoran akan meliputi semua aspek operasional restoran, seperti praktik kualitas dan keamanan makanan, kebersihan tempat usaha, dan kebersihan pribadi staf restoran.


Komponen Utama SOP Restoran

Ada sejumlah komponen utama atau kunci yang perlu disertakan serta seharusnya ada dalam SOP restoran, yakni sebagai berikut.  


1. Protokol Interaksi serta Pelayanan Pelanggan

Protokol ini akan memastikan setiap tamu yang datang ke restoran menerima pengalaman bersantap yang berkualitas tinggi.

Untuk protokol ini harus meliputi cara menyapa serta menerima tamu, mengelola permintaan khusus pelanggan, menerima pelanggan, serta menangani keluhan atau umpan balik dari pelanggan.


2. Prosedur Sanitasi serta Pembersihan

Prosedur ini sangat penting untuk menjaga lingkungan restoran tetap nyaman serta aman. Untuk protokol ini meliputi tugas pembersihan serta sanitasi harian hingga bulanan untuk menjaga lingkungan restoran secara menyeluruh di semua area restoran, termasuk dengan ruang penyimpanan.

Perhatikan juga pembuangan limbah yang tepat serta penggunaan bahan pembersih yang disetujui untuk mencegah bahaya kesehatan yang dikhawatirkan terjadi.


3. Standar Keamanan dan Kebersihan Pangan

Untuk protokol bagian ini, protokol yang ditetapkan adalah untuk penanganan, penyimpanan, serta persiapan makanan yang tepat untuk mencegah kontaminasi yang dikhawatirkan.

Protokol ini juga harus meliputi protokol tentang sanitasi rutin area kerja, kebersihan staf, serta penggunaan peralatan yang tepat.


4. Manajemen Inventaris dan Persediaan (Pemantauan Stok serta Pengelolaan Limbah)

Untuk protokol ini harus menerangkan proses pemesanan hingga penyimpanan inventaris, termasuk dengan cara melakukan audit rutin, melacak tingkat stok, serta merotasi barang yang mudah rusak.

Tetapkan juga sistem untuk meminimalkan limbah, memesan perlengkapan, dan melacak tingkat persediaan.


5. Dokumentasi

Di dalam protokol ini akan diuraikan apa dan mana saja yang perlu didokumentasikan, di mana menyimpan dokumentasi atau catatan, serta bagaimana melakukan dokumentasi tersebut.

Melakukan dokumentasi ini sangat penting untuk melacak kepatuhan serta kinerja karyawan.


6. Tanggung Jawab dan Peran Karyawan Restoran

Untuk protokol bagian ini, jelaskan secara jelas dan tepat mengenai tugas untuk setiap posisi di restoran, mulai dari staf restoran bagian depan hingga staf bagian dapur. Hal ini juga termasuk dengan siapa saja yang akan bertanggung jawab untuk tugas-tugas tertentu atau khusus. Dalam operasional restoran, membuat SOP restoran penting untuk menjaga efisiensi serta konsistensi.

Oleh karena itu, mengintegrasikannya dengan ERP  (Enterprise Resource Planning) akan membantu manajer atau pengelola karyawan dalam menerapkan SOP karena ERP memiliki sejumlah fitur-fitur canggih untuk mendukung penerapannya. 


Share this post
Tags
Archive