Critical Chain Project Management hadir sebagai solusi untuk mengelola proyek dengan lebih terstruktur. Sebab, menjalankan sebuah proyek membutuhkan persiapan yang matang dan perhitungan akurat untuk pelaksanaan yang efektif sesuai target.
Dikutip dari buku Manajemen Modern, Agi Rosyadi, dkk., (2024:280), perencanaan proyek merupakan tahap yang sangat penting dalam berjalannya siklus hidup proyek. Oleh sebab itu, pembuatan jadwal yang terperinci menggunakan metode tertentu menjadi salah satu fokus utama.
Pengertian Critical Chain Project Management
Critical Chain Project Management (CCPM) atau Manajemen Proyek Rantai Kritis adalah metode perencanaan untuk mengelola sumber daya dalam proyek secara maksimal. Hal ini penting untuk dilakukan agar proyek berjalan sesuai rencana. Penerapan CCPM dalam proyek mengintegrasikan pekerjaan-pekerjaan dengan batasan tertentu terhadap persediaan sumber daya. Dengan begitu terhindar dari penyebab terjadinya penundaan pelaksanaan proyek. Fokus dalam metode ini adalah mengelola sumber daya yang ada agar dapat digunakan sesuai rencana. Perbedaannya dengan metode konvensional adalah CCPM menekankan pentingnya tidak ada multitasking berlebihan dan lebih mengoptimalkan penggunaan waktu cadangan (buffer).
Sementara, tujuan utama dari metode CCPM adalah menjaga proyek selesai tepat waktu sesuai tanggal yang telah direncanakan, meski terjadi gangguan. Dengan pengerjaan yang lebih didominasi oleh single-tasking dan pengelolaan sumber daya yang efisien, maka metode ini bisa diterapkan pada pelaksanaan proyek.
Tahapan Penerapan Critical Chain Project Management
Dikutip dari buku Proyek Tepat Waktu Menyingkap Faktor Keterlambatan dan Solusi Proyek Konstruksi di Indonesia, Aurino Djamaris, (2023:11), terdapat beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk menerapkan CCPM dalam proyek. Adapun tahapan selengkapnya yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Identifikasi Rantai Kritis
Tahapan pertama adalah harus mengidentifikasi seluruh tugas atau kegiatan yang ada dalam proyek untuk menentukan mana yang menjadi bagian dari rantai kritis. Rantai kritis merupakan rangkaian tugas yang memiliki ketergantungan ketat dan saling memengaruhi waktu penyelesaian proyek.
2. Siapkan Estimasi Waktu dengan Aman
Dalam penerapan CCPM, mempersiapkan estimasi waktu untuk tugas-tugas yang ada dalam rantai kritis dilakukan dengan lebih aman. Hal ini dilakukan untuk menghindari estimasi yang terlalu optimis dan bertujuan untuk mengatasi kendala yang mungkin terjadi saat pelaksanaan proyek.
3. Penjadwalan yang Terpusat
Setelah memiliki estimasi waktu yang aman, maka seluruh kegiatan proyek dapat dijadwalkan sesuai rantai kritis tersebut. Dengan begitu, tugas yang tidak ada dalam rantai kritis dapat dilakukan lebih awal apabila sumber daya telah tersedia.
4. Pengelolaan Buffer
Penggunaan buffer proyek, yakni waktu tambahan yang diberikan di akhir rantai kritis untuk mengatasi ketidakpastian, perlu dikelola dengan baik. Jadi jika terjadi kendala dapat dikerjakan dengan lebih efisien.
5. Berfokus pada Kendala Utama
CCPM mendorong tim proyek untuk lebih berfokus mengatasi kendala utama yang nantinya dapat menghambat kemajuan rantai kritis. Dengan begitu pelaksanaan proyek dapat berjalan secepat mungkin sesuai jadwal.
6. Pemantauan dan Pelaporan
Selama proses berlangsung, penting untuk melakukan pemantauan secara rutin. Kemajuan rantai kritis dan buffer proyek menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Apabila terjadi perubahan maupun penundaan, maka dapat mengambil tindakan yang tepat demi berjalannya proyek sesuai rencana.
7. Pengurangan Multitasking
Tahapan lainnya adalah mengurangi atau menghindari adanya multitasking. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pemborosan waktu dan meningkatkan efisiensi pekerjaan.
Manfaat Critical Chain Project Management
Sebagai salah satu langkah penting dalam pelaksanaan proyek, ada sejumlah manfaat dari CCPM untuk keberlangsungan proyek tersebut. Adapun beberapa manfaatnya adalah sebagai berikut.
- Meningkatkan proses pengerjaan proyek agar berlangsung lebih cepat.
- Pengawasan proyek yang lebih terarah dan terkontrol dengan baik.
- Proses pengerjaan proyek yang lebih efisien.
- Proyek yang berjalan sesuai rencana.
- Pengelolaan sumber daya yang lebih efisien.
Pengelolaan proyek harus dilakukan secara optimal, terutama dengan bantuan metode Critical Chain Project Management. Untuk hasil yang maksimal, maka memanfaatkan platform Odoo untuk menjalankan CCPM dapat dilakukan untuk proyek yang lebih terstruktur.