Manajemen stok barang kerap menjadi salah satu tantangan dalam berjalannya proses bisnis. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengelolanya guna mendapatkan manfaat demi kelancaran operasional.
Jika pengelolaan barang dalam bisnis tidak berjalan dengan baik, maka akan menimbulkan berbagai masalah. Contohnya, jika stok barang menumpuk, maka dapat menambah biaya gudang. Sementara, apabila stok terlalu sedikit akan membuat peluang penjualan menjadi berkurang.
Pengertian Manajemen Stok Barang
Manajemen stok barang atau manajemen persediaan adalah cara untuk melakukan pengelolaan, kontrol, dan pengawasan terhadap persediaan atau stok barang yang dimiliki. Stok barang atau persediaan yang dimaksud adalah bahan mentah, bahan baku, barang jadi, hingga bahan pembantu.
Dikutip dari buku Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Suryadharma Sim, (2022:101), segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan stok barang menjadi bagian dari manajemen stok barang. Sebagai aset perusahaan, stok barang yang tidak terstruktur dapat membuat perusahaan mengalami kerugian. Oleh karena itu, penting adanya manajemen yang baik dalam mengelola stok barang dalam perusahaan. Hal ini untuk mengatur segala hal yang berhubungan dengan stok barang, seperti memperoleh, menyimpan, hingga menggunakan stok barang tersebut untuk proses bisnis.
Jenis Stok Barang
Stok barang sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis. Berdasarkan informasi dari buku Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Suryadharma Sim, (2022:104), berikut adalah berbagai jenisnya.
1. Bahan Mentah
Bahan mentah atau bahan baku adalah bahan utama dari dibuatnya suatu produk. Jika tidak ada bahan baku, maka tidak ada barang yang bisa diproduksi untuk dijual. Peran bahan baku dalam produksi barang atau produk sangat penting. Oleh karena itu, manajemen pengelolaan stok barang yang baik diperlukan untuk mengelola bahan baku agar siap dan selalu tersedia untuk diproduksi.
2. Barang Setengah Jadi
Berikutnya ada barang setengah jadi atau yang disebut juga dengan barang dalam proses. Tidak hanya bahan mentah, ada juga perusahaan yang menggunakan barang setengah jadi untuk diproduksi, yang berarti barang tersebut belum dapat digunakan sepenuhnya. Barang tersebut perlu diolah terlebih dahulu hingga siap menjadi barang jadi untuk digunakan. Manajemen pengelolaan stok barang juga digunakan untuk mengelola barang setengah jadi tersebut hingga dapat memenuhi kebutuhan pasar.
3 Barang Jadi
Jenis manajemen barang lainnya adalah untuk barang jadi yang telah selesai diproses. Barang ini siap dijual dan dapat digunakan oleh konsumen. Dengan manajemen yang baik maka perlu mengatur stok agar produk dapat dipasarkan sesuai rencana. Selain itu, manajemen pengelolaan barang jadi juga mengatur pengiriman produk ke pasar. Hal ini dilakukan agar perusahaan mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Manfaat Manajemen Stok Barang
Sebagai salah satu kegiatan yang berperan penting dalam proses bisnis, manajemen dari stok barang yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat bagi perusahaan. Sesuai informasi dari buku Manajemen Keuangan, Nanang Setiawan, S.E., M.Ak., dkk., (2025:91)
1. Meningkatkan Produktivitas
Manfaat utama dari adanya manajemen dari stok barang adalah dapat meningkatkan produktivitas. Hal ini dikarenakan dapat mengurangi waktu untuk mencari barang hingga mengurangi risiko terhentinya produksi akibat kekurangan bahan baku.
2. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan yang meningkat juga menjadi manfaat dari adanya manajemen stok barang yang baik. Sebab, dapat mengurangi risiko kehabisan stok yang bisa membuat kehilangan pelanggan serta membuat pelanggan memperoleh produk yang diinginkan dengan tepat.
3. Meningkatkan Profitabilitas
Peningkatan profit juga dapat terjadi karena adanya pengurangan biaya penyimpanan. Selain itu, tersedianya produk yang tepat pada waktu yang tepat juga mampu meningkatkan penjualan.
4. Meningkatkan Pengendalian
Dalam mengelola stok barang, maka pengendalian terhadap barang tersebut pun terdapat peningkatan. Dengan begitu, maka mempermudah proses pemesanan, penerimaan, serta pengeluaran barang. Bahkan, aktivitas ini juga mempermudah proses audit stok barang yang tersedia.
5. Meningkatkan Fleksibilitas
Manfaat lainnya adalah meningkatkan fleksibilitas dengan mampu beradaptasi dengan perubahan permintaan pasar serta kondisi ekonomi. Tidak hanya itu, bisa juga mengurangi risiko terhentinya proses produksi akibat kekurangan bahan baku.
Pentingnya manajemen stok barang yang baik, kini pengelolaannya dapat dilakukan dengan lebih mudah menggunakan bantuan Odoo ERP. Sistem ini memungkinkan pengelolaan dilakukan secara otomatis dan terstruktur, sehingga memudahkan berjalannya proses bisnis.