Setiap tahunnya, proses manufaktur menghasilkan berton-ton limbah yang biasanya tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, mengembangkan model bisnis berkelanjutan berdasarkan zero-waste manufacturing harus menjadi salah satu tujuan berkelanjutan. Zero-waste manufacturing berkaitan erat dengan berbagai solusi ekonomi sirkular yang menjadi sasaran industri mode sebagai salah satu industri yang paling berpolusi untuk mengurangi jumlah besar limbah yang dihasilkannya.
Pengertian Zero-Waste Manufacturing
Zero-waste manufacturing atau manufaktur tanpa limbah merupakan gerakan untuk menerapkan praktik yang lebih berkelanjutan di seluruh rantai pasokan serta produksi. Ini berarti memikirkan seluruh siklus hidup dari suatu produk dan bukan hanya berarti menghilangkan limbah di titik produksi. Siklus hidup tersebut mulai dari bagaimana limbah dihasilkan dalam perolehan bahan baku sampai apa yang terjadi pada produk tersebut serta kemasannya setelah ‘dikonsumsi’ dan juga dibuang oleh para pelanggan. Manufaktur tanpa limbah merupakan pendekatan holistik yang berupaya melakukan desain ulang proses manufaktur untuk meminimalkan produksi limbah. Tujuannya adalah untuk menghilangkan limbah dalam proses produksi dengan memaksimalkan kembali daur ulang serta penggunaan kembali.
Penerapan Zero-Waste Manufacturing
Penerapan manufaktur tanpa limbah melibatkan perancangan ulang proses untuk penggunaan material berkelanjutan serta untuk meminimalkan limbah. Menerapkan manufaktur tanpa limbah melibatkan pendekatan yang sistematis untuk meningkatkan efisiensi sumber daya, mendorong keberlanjutan, serta menghilangkan limbah. Berikut adalah praktik terbaik untuk penerapan manufaktur tanpa limbah.
a. Lakukan Audit Limbah
Analisis semua proses untuk mengidentifikasi aliran atau sumber limbah dan lacak jumlah serta jenis limbah yang dihasilkan untuk memantau kemajuan serta menetapkan metrik dasar.
b. Tetapkan Sasaran serta Tujuan yang Jelas
Tetapkan sasaran yang terukur, spesifik, relevan, dapat dicapai, serta berjangka waktu untuk pengurangan sampah. Selanjutnya, buatlah rencana yang terperinci yang menguraikan langkah-langkah untuk pada akhirnya mencapai sasaran bebas sampah.
c. Optimalkan Proses Manufaktur
Terapkan prinsip lean untuk mengurangi biaya dan menghilangkan pemborosan. Terapkan produksi JIT (Just-in-Time) untuk meminimalkan kelebihan persediaan.
d. Desain Berkelanjutan
Gunakan material yang ramah lingkungan dalam desain produk serta rancang produk yang mudah ditingkatkan, diperbaiki, dan dibongkar untuk didaur ulang.
e. Tingkatkan Daur Ulang serta Penggunaan Kembali
Siapkan sistem untuk mendaur ulang bahan bekas dalam proses produksi serta dorong pelanggan untuk mengembalikan produk di akhir siklus hidupnya untuk didaur ulang.
f. Dorong Ekonomi Sirkular
Kembangkan sistem di mana material terus digunakan kembali serta didaur ulang dan jalinlah kemitraan dengan industri lain untuk menggunakan material limbah sebagai input untuk proses.
g. Berinvestasi dalam Teknologi Canggih
Terapkan pencetakan 3D untuk menciptakan produk yang disesuaikan secara efisien dan meminimalkan limbah material serta gunakan otomatisasi serta AI atau kecerdasan buatan untuk mengurangi limbah.
h. Libatkan Karyawan dan Para Pemangku Kepentingan
Siapkan program pelatihan serta program insentif untuk para karyawan. Dalam program pelatihan, edukasi karyawan tentang praktik serta prinsip zero-waste. Dalam program insentif, ciptakan insentif untuk karyawan berpartisipasi serta berkontribusi dalam inisiatif pengurangan sampah.
i. Peningkatan Berkelanjutan
Lakukan audit limbah secara rutin untuk mengidentifikasi peluang baru untuk peningkatan. Tetapkan juga mekanisme untuk umpan balik serta peningkatan berkelanjutan dari pemangku kepentingan serta karyawan.
j. Tingkatkan Efisiensi Air dan Energi
Pasang sistem untuk mengelola serta memantau penggunaan energi serta terapkan teknologi untuk menggunakan kembali serta mendaur ulang air dalam proses manufaktur.
Mencapai manufaktur tanpa limbah adalah prospek yang menantang. Sebagian manufaktur modern telah diotomatisasi. Apabila diterapkan dengan benar, hal ini menawarkan potensi pengurangan limbah yang signifikan.
Oleh sebab itu, menggunakan sistem ERP dalam zero-waste manufacturing dapat membantu setiap prosesnya. Ini juga akan membuat penerapan manufaktur tanpa limbah lebih efisien.